Meraih Kebahagian Hakiki dengan
tercapainya Kekuatan Berpikir Ilmiah dan Kekuatan Melaksanakan Kehendak
Di samping itu, dia juga perlu menjauhi segala
sesuatu yang dapat mengeluarkannya dari jalur itu, baik yang menyebabkan
kerusakan pada kekuatan ilmiahnya, sehingga tersesat maupun yang merusak
kekuatan amaliahnya, sehingga mendapat murka. Agar terjauh dari hal-hal negatif
diatas maka perlu dikuatkannya aqidah. Aqidah ini akan kuat jika seseorang
tersebut berpegang teguh kepada al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah.
Semua ayat al-Qur`an dan sunnah Rasulullah dalam
masalah aqidah tidak keluar dari tiga bagian ini, yaitu: Pertama: Tauhid ar-Rububiyah. Ialah, mentauhidkan dan
mengesakan Allah Subhaanahu wata`ala dengan segala perbuatan-Nya. Seperti
mencipta, member rizki, menghidupkan, mematikan, dan mengatur alam semesta.
Kedua: Tauhid al-Uluhiyah atau Tauhid
al-Ibadah; karena al-Uluhiyah maknanya adalah ibadah
kepada Allah Subhaanahu wata`ala dengan mencintai-Nya, takut terhadap-Nya,
menaati perintah-Nya, dan meningggalkan larangan-Nya. Ketiga: Tauhid al-Asma` wa ash-Shifat. Ialah,
menetapkan apa yang Allah tetapkan untuk diri-Nya atau apa yang ditetapkan oleh
Rasul-Nya Shallallahu`alaihi wasallam berupa nama-nama dana sifat-sifat,
kemudian menyucikan-Nya dari segala yang Dia sucikan diri-Nya dari padanyadan
disucikan darinya oleh Rasul-Nya Shallallahu`alaihi wasallam berupa cela dan
kekurangan.
Ketiga macam Tauhid paragraf di atas memberitahukan
bahwa pentingnya untuk menyempurnakan akhlak agar terjadinya hal-hal negatif
yang dapat mempengaruhi pondasi ke-Imanan dank ke-Taqwaan terhadap Allah
Subhaanahu wata `ala. Jika seseorang
tersebut dapat memahami dan mengamalkan ketiga tauhid tersebut, Insya Allah
kesempurnaan kekuatan pikiran dan kekuatan melaksanakan kehendak akan tercapai.
Kesempurnaa itulah yang nantinya membawa kita menuju kebahagian hakiki dengan
dihiasi oleh iman dan taqwa yang kokoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar