Sabtu, 05 Juli 2014

Puisi- apakah ini sebuah akhir?



Apakah ini sebuah akhir????

Ku tak tahu harus mulai dari mana
Saat ini semuanya terasa hampa
Hati ku gelisah dan terasa sangat sakit
Hati ku bagakan tersayat bambu

Malam ini kutuliskan curahan itu
Ku coba sebisa mungkin untuk menenangkan jiwa Ini
Ku coba trus hingga tubuh ini merasa lelah
Hingga air mata ini mengalirkannya

Curahan ku tertuliskan tentang AKU dan DIA
Aku mencintainya, Aku merindukannya
Kuingin merubah jalan vinta ini menjadi jalan cinta karena Allah
Ku tak ingin ada yang pergi ku ingin bersamanya menuju surge-Nya

Tapi, penyesalan telah membenanmkan ku di lubuknya
ku hanya bisa meronta, berteriak, tapi ada hasil
saat ini ku hanya dapat menahan semua kesalahanku
dan saat ini ku coba mengobatinya.

Urgensi Masjid bagi Umat Islam



 Urgensi Masjid bagi Umat Islam

Masjid mempunyai kedudukan yang begitu penting bagi kaum muslimin, yakni dalam rangka memperoleh dan memantapkan ruh keislamannya dan ini berarti masjid harus dikembangkan ke arah pengokohan jiwa keislaman dari kum muslimin. Lebih rinci, kita bisa simpulkan urgensi masjid bagi umat islam.
1.      Sarana Pembina Iman
Kearah terwujudnya iman yang mantap itulah, diperlukan pembinaan iman secara sungguh-sungguh dan kontinyu. Dan masjid merupakan salah satu sarana utama yang bisa digunakan untuk membina keimanan kaum muslimin.
2.      Sarana Pembina Masyarakat Islami
Dengan hati yang selalu terpaut dengan masjid itulah yang menyebabkan kaum muslimin tidak berani dan tidak mau menyimpang dari jalan Allah Subhaanahu wata`ala.
3.      Sarana Pengokoh Ukhuwah Islamiyah.
Masjid dijadikan sebagai sarana pengokoh ukhuwah, niscaya segala persoalan yang dihadapi kaum muslimin pasti bisa diatasi, baik persoalan yang menyangkut pribadi maupun masyarakat.
4.      Sarana Perjuangan
Masjid sangat penting untuk dimanfaatkan bagi usaha perbaikan kualitas masyarakat muslimin . karenanya, masjid merupakan sarana perjuangan bagi kaum muslimin dan sarana inilah yang amat diperlukan oleh umat islam.
5.      Sarana Tarbiyyah
Pendidikan (tarbiyyah) merupakan sesuatu yang sangat penting bagi umat islam. Dengan pendidikan, kaum muslimin tidak hanya memilki kepribadian yang islami, tapi juga memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas serta menguasai ajaran islam dengan baik sehingga mampu membedakan yang baik (haq) dengan yang salah (bathil).

Buku Ramadhan



KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh…
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan bulan Ramadhan, bulan puasa, bulan kesucian, bulan pembersihan, bulan ibadah, yang diturunkan di dalamnya Al-Quran. Shalawat dan Salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan kepada kita tentang ibadah-ibadah dibulan Ramadhan dan memberikan contoh kepada kita bagaimana sebaiknya menghidupkan bulan bulan yang penuh berkah ini.
Alhamdulillah, saya menyambut baik atas terbitnya buku ini, buku yang berjudul ‘Ramadhan Activities Book’. Dan saya mengucapkan jazaakumullahu khairan katsiro kepada Tim Al-Hurriyyah yang telah menyiapkan, merangkum dan menulis kembali berbagai kajian tentang Ramadhan, baik terkait dengan masalah tarbiyah, fikriyah, ruhiyah, maupun terkait dengan fiqihnya. Sesuai judulnya, buku ini cukup komprehensif dan dapat dijadikan salah satu buku pegangan dan rujukan bagi umat Islam untuk memasuki bulan Ramadhan.
Harapan saya semoga buku ini memberi manfaat sebesar-besarnya bagi para pembaca, memberikan pencerahan wawasan Ke-Islaman yang utuh tentang masalah Ramadhan dengan segala kaitannya, semakin meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan dan menghindarkan segala macam tindakan yang dapat merusak ibadah puasa dan kesucian Ramadhan.
Kami menyadari, mungkin di dalam buku ini terdapat kekurangan kekurangan baik isi maupun bahasanya. Oleh karena itu, saran dan tanggapan dari para pembaca selalu kami harapkan untuk perbaikan selanjutnya.
Dan kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberi dorongan kepada kami dalam menyusun buku panduan ini hingga dapat diterbitkan. Akhirnya semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua. Amin..
                                   Bogor,

                                                                                                   Penyusun
Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Risalah Ramadhan
Beberapa Persiapan Menyongsong Hadirnya Ramadhan
Tuntutan Ibadah Puasa Ramadhan
Hukum Puasa Ramadhan
Keutamaan Puasa Ramadhan
Syarat Wajib Puasa Ramadhan
Rukun (Fardhu) Puasa Ramadhan
Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Hal-hal yang Tidak Membatalkan Puasa atau Boleh Dilakukan Sewaktu Puasa
Adab-adab yang Menyempurnakan Ibadah Puasa Ramadhan
Manfa`at dan Hikmah Puasa Ramadhan
Shalat Tarawih dan Witir
Shalat Idul Fitri
Lampiran
Kegiatan di Bulan Ramadha





 
Risalah Ramadhan
Khutbah Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam Menyambut Bulan Ramadhan
Wahai manusia! Sesungguhnya kalian telah di naungi oleh bulan nana gung yang penuh barokah, bulan di mana di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah Subhanahu wata`ala menjadikan puasa di bulan tersebut sebagai wajib, sedangkan shalat di malamnya sebagi sunnah. Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah pada bulan itu dengan ibadah sunnah, sama seperti orang yang menunaikan ibadah fardhu pada bulan lainnya. Barangsiapa menunaikan ibadah fardhu pada bulan itu, sama dengan menunaikan ibadah fardhu tujuh puluh kali di bulan lainnya.
Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, pahala sabar adalah surge. Bulan Ramadhan adalah bulan solidaritas (tolong-menolong), dan bulan di mana rizki orang mukmin bertambah. Barangsiapa memberi buka puasa pada bulan itu kepada orang yang berpuasa, maka baginya maghfirah (ampunan) bagi dosa-dosanya dan bebas dirinya dari api neraka. Ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang yang berpuasa. Para sahabat bertanya:” Tidak mungkin kami semua dapat memberi makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa.” Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam menjawab:” Allah Subhaanahu wata`ala akan memberi pahala (seperti) itu kepada siapa saja yang memberi makanan berbuka puasa kepada orang berpuasa (meskipun) dengan sebutir kurma atau seteguk air.”
Bulan Ramadhan adalah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Barangsiapa meringankan (beban) pembantu atau pegawainya (di bulan) tersebut maka Allah Subhaanahu wat`ala akan mengampuni dosanya dan Allah Subhaanahu wata`ala bebaskan dia dari api neraka.
Perbanyaklah pada bulan Ramadhan ini empat perkara, (yakni) dua perkara untuk menyenangkan Tuhanmu, ialah membaca syahadat dan membaca istighfar. Sedang dua perkara yang justru tidak boleh tidak dari pada-Nya, ialah memohon surge dan berlindung pada Allah Subhaanahu wata`ala dari api neraka.
Barangsiapa memberim minuman bagi orang yang berbuka puasa, maka Allah Subhaanahu wata`ala akan memberinya minuman dari telagaku, ia tidak akan haus lagi setelah itu selama-lamnya.
(Khutbah Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam di depan para sahabat pada hari terakhir di bulan sya`ban, di riwayatkan oleh ibnu Khuzaimah, Al-Baihaqi, dan ibnu Hibban dari Salman Al-Farisi, dari Nabi Shallallahu`              alaihi wasallam).
Beberapa Persiapan Menyongsong Hadirnya Ramadhan
1.        Mempersiapkan Hati / Menghadirkan Hati
Hadirnya hati Insya Allah dapat diwujudkan melalui sikap hati ridha dan meningkatkan kerinduan terhadap Ramadhan, dan diwujudkan dalam bentuk pembersihan hati / kendali hati terhadap seluruh aktivitas / khusu` sehingga menghasilkan keikhlasan. Hendaknya melakukan tindakan preventif (penjegahan) dan pengobatan terhadap segala bentuk penyakit hati. Hendaknya meningkatkan taqarrub ilallah melalui iman, amal shaleh dan doa. Semua itu menjadi modal untuk berdakwah secara ikhlas.
2.        Mempersiapkan Fisik / Jasad Se-Prima Mungkin
Di samping mempersiapkan hati agar senantiasa ridha dan ikhlas terhadap seluruh ketentuan Allah Subhaanahu wata`ala, khususnya yang berkaiatan dengan puasa Ramadhan, fisik atau jasad juga perlu dipersiapkan secara prima agar tetap tegar, tidak mudah letih (lesu), serta senantiasa sehat dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya. Seluruh organ tubuh hendaknya dioptimalkan dalam mencegah dan menghindari hal-hal yang mengurangi apalagi membatalkan nilai-nilai puasa Ramadhan, serta dioptimalkan pula untuk meraih nilai-nilai puasa Ramadhan. Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam mencontohkan di bulan Sya`ban, Beliau memperbanyak puasa sunnah dalam rangka mempersiapkan puasa di bulan Ramadhan.

3.        Mempersiapkan / Meningkatkan Pemahaman melalui kajian atau Penambahan Ilmu
Hendaknya disadari bahwa keabsahan dan nilai suatu amal ditentukan oleh niatnya (keikhlasan), sedangkan keikhlasan sangat ditentukan oleh kefahaman. Kefahaman sangat ditentukan oleh tambahan pengetahuan / ilmu. Pada gilirannya peningkatan kefahaman akan membawa kepada penigkatan ilmu dan amal sehingga akan melahirkan penigkatan prestasi. Bagi para Da`I, Ramadhan adalah kesempatan yang sangat baik untuk menyebarkan dakwah.
4.        Mempersiapkan Program
Bagi kaum muslimin, terutama para Da`I harus ada program dikaitkan dengan dakwah, tidak hanya program bagi dirinya. Sebagai contoh: (a) mengkhatamkan al-Qur`an dan mentadabburi serta mengamalkannya untuk kemudian didakwahkan, (b) membaca, memahami dan mengamalkan hadits Rasul dan Sirah untuk kemudian didakwahkan, (c) menunaikan amal-amal yaumiyahdengan ikhlas untuk kemudian didakwahkan pada setiap kesempatan, (d) dakwah dalam keluarga, kerabat, tetangga, dst., (e) meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat melalui amar ma`ruf nahyi munkar.
5.        Mensucikan Diri melalui Habluminallah dan Hamluminannas
Ingat tiga kategori dosa, yaitu (1) dosa syirik yang tidak terampuni kalau tidak tobat dan terbawa mati, (2) dosa ynag berkaitan dengan ibadah kepada Allah Subhaanahu wata`ala secara langsung, (3) dosa yang berkaiatan dengan sesama manusia. Ketiga kategori tersebut memerlukan taubatan nashuha (tobat yang sebenar-benarnya) yang cirinya: (a) tobat dilandasi dengan iman (ikhlas karena Allah Subhaanahu wata`ala, (b) menyesali, jera dan tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut, (c) mengiringi dengan amal-amal shaleh, (d) khusus untuk kategori dosa ketiga, harus diawali dengan permintaan ma`af terhadap manusia yang bersangkutan. Oleh karena itu bereskan semua hal diatas sebelum  bulan Ramadhan. Di samping itu usahkan pula sebelum masuk bulan ramadhan dalam keadaan mensucikan diri. Dalam hal ini semua amanah agar diselesaikan / ditunaikan, baik amanah yang terkait langsung dengan Allah Subhaanahu wata`ala (misalnya hutang shaum) maupun dengan sesama (misalnya pinjaman barang).
6.        Mempersiapkan Sarana dan Prasarana
Untuk mengkodisikan tercapainya satu sampai lima, hendaknya dipenuhi semua sarana dan prasarana yang diperlukan, misalnya: (a) dana yang halal, (b) al-Qur`an dan hadits serta bacaan yang lain, (c) pakaian, sajadah, mukena, peci, dll., (e) kendaraan untuk berdakwah serta sarana-prasarana lain yang diperlukan.

Tuntutan Ibadah Puasa Ramadhan
Hukum Puasa Ramadhan

Hukum mengerjakan puasa Ramadhan adalah wajib bagi tiap muslim. Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wata`ala dan sabda Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam berikut.

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa. ( al-Qur`an/2:183)

Islam itu didirikan atas lima asas yaitu: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, mengerjakan haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan. (H.R. Bukhari Muslim)

Keutamaan Puasa Ramadhan
1.        1. Diterima dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
“Sungguh rugi seseorang ketika (nama)ku disebut di sampingnya tetapi dia tidak bershalawat atasku. Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu darinya sebelum dosa-dosa dirinya diampuni, dan sungguh rugi seseorang yang mendapati kedua orang tuanya dalam keadaan renta, tetapi keduanya tidak (menjadi sebab yang) memasukkannya ke dalam surga. Rib’i berkata: Aku tidak tahu kecuali dia berkata: Atau salah satu dari kedua orang tuanya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim)

2. Diterima dari `Arfajah, padanya disampaikan hadits tentang Ramadhan oleh temannya yang berkata:”Saya dengar Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam bersabda mengenai Ramadhan, `pada bulan itu ditutup pintu-pintu neraka, dibuka pintu-pintu surge, dan dibelenggu setan-setan.` Ulasnya lagi, dan seorang malaikat akan berseru, Hai pecinta kebaikan, Bergembiralah!` dan `Hai pecinta kejahatan, Hentikanlah!` sampai Ramadhan berakhir.” (H.R.Ahmad dan Nasa`i).
3. Diterima dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw .bersabda: “Shalat yang lima waktu, satu Jumat ke Jumat berikutnya, dan satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, menjadi penebus dosa yang dilakukan di antara keduanya, selama dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim dan Ahmad)
4. Dari Abu sa`id al-Khudri RA bahwa Nabi Shallallahu`alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengetahui batas-batasnya dan ia menjaga diri dari segala apa yang patut dijaga, dihapuskanlah dosanya yang sebelumnya.”(H.R.Ahmad dan Baihaqi).
5. Dan diterima dari Abu Hurairah, katanya telah bersabda Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam, `Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah Subhaanahu wata`ala, akan di ampuni dosa-dosanya yang terdahulu.’(H.R.Ahmad dan Ash-Habus Sunan).
6. Dari Abu Hurairah RA: Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam berkata, `Allah Subhaanahu wata`ala berfirman(setiap amalan anak adam untuknya kecuali puasa adalah untuk-Ku dan Aku akan mengganjarnya). Puasa itu adalah perisai, maka bila seseoarang diantaramu berpuasa jangan berkata jorok, bersuara kasar, dan berbuat jahil. Apanila ada yang mengumpatnya atau mengajak berkelahi maka hendaklah ia mengatakan “aku sedang berpuasa”, sebanyak dua kali. Demi yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada aroma minyak misk pada hari kiamat. Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, ketika berbuka puasa gembira dengan bukanya, dan ketika bertemu Rabbnya gembira dengan (pahala) puasanya.’(H.R.Ahmad, Muslim, dan Nasa`i).

7. Dari Abdullah bin `Amr, Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam berkata, puasa dan al-qur`an akan memberikan syafa`at bagi seorang hamba pada hari kiamat. Berkata puasa(shiyam), wahai Rabb, aku telah menahannya dari minuman dan makanan serta syahwat pada siang hari, maka jadikanlah aku syafa`at untuknya. Dan berkata al-qur`an, aku telah menahannya dari tidur pada malam hari, maka jadikanlah aku syafa`at untuknya, lalu keduanya dijadikannya syafa`at untuknya. (H.R. Ahmad)
8. Dari Abu Sa`id Al Hudzri RA: Nabi Shallallahu`alaihi wasallam bersabda, tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah Subhaanahu wata`ala, kecuali akan jauhkan wajahnya dengan hari itu dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun/khorif. ( H.R. Jama`ah kecuali Abu Dawud).
9. Dari Sahal bin Sa`ad: Nabi Shallallahu`alaihi wasallam: Surga itu memilki suatu pintu yang dijuluki Rayyan. Akan diserukan pada hari kiamat, Dimanakah orang-orang yang berpuasa? Apabila semua mereka telah memasukinya, ditutuplah pintu tersebut. (H.R. Bukhari-Muslim)
10. Sabda Nabi Shallallahu`alaihi wasallam, puasa adalah perisai dari neraka, seperti perisai salah seorang kamu dalam perang dari serangan musuh. (H.R.Ahmad).

Syarat Wajib Puasa Ramadhan
Seseorang diwajibkan berpuasa dibulan Ramadhan apabila memenuhi syarat-syarat berikut:
1.     Islam
2.     Baligh(dewasa)
3.     Sehat akal dan badan
4.     Muqim(tidak sedang bepergian)
5.     Kuat mengerjakan puasa
6.     Tidak dalam keadaan haid atau nifas bagi wanita.
Bagi yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut, diatur dengan ketentuan:
1. Tidak wajib mengerjakan dan tidak wajib mengganti, yaitu yang belum masuk islam, belum dewasa, atau gila.(H.R.Ahmad)

2. Haram berpuasa dan wajib mengqadha (mengganti puasa) di bulan lain, yaitu wanita yang haid atau nifas ketika tengah berpuasa ramadhan. ( H.R.Jama`ah daari Muadz).
3. Boleh berbuka puasa di siang hari pada Ramadhan dan wajib mengqadha, yaitu bagi yang sakit sehingga tidak kuat berpuasa atau yang bepergian (saafar) sehingga memberatkan bila berpuasa. (Al-Baqarah/2:184).
4. Boleh berbuka puasa tetapi sebagai gantinya wajib membayar fidyah berupa member makan fakir miskin tiap hari satu orang, dengan harga makanan yang biasa dimakan satu hari, yaitu bagi yang tidak kuat sama sekali mengerjakan puasa seperti karena lanjut usia. (Al-Baqarah/2:184).
5. Boleh berbuka puasa dan wajib mengqadha atau membayar fidyah, yaitu wanita hamil atau menyusui anak (Al-Baqarah/2:184).

Rukun (Fardhu) Puasa Ramadhan

1. Niat puasa di malam hari (H.R. Ahli hadits yang lima)
Do'a niat puasa :

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى

"nawaitu saumagadin an'adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita'ala"

Adapun niat buka puasa sebagai berikut :

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahummalakasumtu wabika aamantu wa'alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin"

2. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa berupa makan, minum,dan bersetubuh, dari semenjak fajar sampai terbenam matahari.            (al-Baqrah/2:87).

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

1. Makan dan minum dengan sengaja; jika lupa mak tidak membatalkan puasa (Al-Baqarah/2:187; H.R. Bukhari-Muslim).
2. Muntah dengan sengaja; jia tidak sengaja maka tidak membatalkan puasa. ( H.R. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hasan).
3. Keluar darah haidh atau nifas. (H.R. Bukhari)
4. Mengeluarkan air mani karena aktivitas yang sengaja
5. Makan, minum, atau bersetubuh suami-istri karena menyangka fajar belum terbit atau telah masuk berbuka, dan ternyata fajar telah terbit atau belum waktu berbuka.
6. Memakan/menelan sesuatu yang bukan tergolong makanan melalui mulut dengan sengaja.
7. Memasukkan sesuatu melalui lubang tubuh selain mulut dengan sengaja.
8. Meninggalkan niat walaupun tidak makan dan minum, meski tidak diartikan untuk berbuka.
9. Murtad dari agama islam, meskipun ia kembali.
10. Bersetubuh suami-istri pada siang hari dengan sengaja atas kemauan sendiri tanpa paksaan.
Hal-hal di atas membatalkan puasa dan mewajibkan qadha. Khusus untuk hal terakhir(nomor 10), bila dilakukan maka puasanya batal dan wajib mengqadha serta kafarat.

Hal-hal yang Tidak Membatalkan Puasa atau Boleh Dilakukan Sewaktu Puasa

1. Mandi keramas atau membasahi kepala dengan air. (H.R. Bukhari-Muslim dari `Aisyah ra).
2. Berkumur dan membersihkan lubang hidung dengan air asalkan tidak berlebihan.
3. Bersiwak atau menyikat gigi asalkan tidak berlebihan.
4. Menelan ludah.
5. Muntah berkali-kali tanpa sengaja, asalkan jangan ada yang tertelan kembali setelah sampai ujung lidah.
6. Makan dan minum Karena lupa.
7. Mengeluarkan air mani tanpa sengaja, misalnya karena mimpi.
8. Keluar darah karena lupa.
9. Tertelan hewan kecil, karena masuk ke dalam mulut tanpa sengaja.
10. Berbekam, kerokan, dsb., bila tidak dikhawatirkan melemahkan stamina.
11. Menghisap debu jalan, asap pabrik atau asap-asap lainnya yang tidak mungkin menghindarinya.
12. Berciuman dengan istri bagi yang mampu menahan gejolak syahwat.
13. Makan, minum, dan bersetubuh suami-istri pada malam hari hingga terbit fajar.

Adab-adab yang Menyempurnakan Ibadah Puasa Ramadhan

1. Melaksanakan makan sahur
2. Menyegerakan berbuka puasa (ta`jil ifthor) bila telah tiba waktunya.
3. Memperbanyak tilawah al-qur`an disertai tadabbur (penghayatan) kandungannya.
4. Memperbanyak shodaqoh
5. Qiyam Ramadhan (tarawih).
6. I`tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan melakukan amalan ibadah terutama sekali pada malam taanggal 20 sampai akhir Ramadhan yang diisi dengan dzikir, do`a, baca al-qur`an, shalat, telaah kitab/buku, dll.
7. Meningkatkan ibadah pada malam ganjil pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.
8. Meningkatkan ketaqwaan dengan menjauhkan/mengekang diri dari perbuatan dosa dan segala  yang merusak nilai dan hikmah puasa.

Manfa`at dan Hikmah Puasa Ramadhan
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :
1. Dengan berpuasa Ramadhan selama 1 bulan penuh maka hal ini secara tidak langsung manfaat bagi kesehatan adalah mengistirahatkan organ pencernaan kita serta juga perut dari kelelahan bekerja yang terus menerus dalam 11 bulan, dan juga membantu mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan.
2. Membersihkan tubuh dari racun serta kotoran (detoksifikasi). Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua. Dengan berpuasa pada bulan suci Ramadhan, maka ini berarti kita juga akan membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita yang mana hal ini akan bermanfaat dalam proses metabolisme yang menghasilkan enzim antioksidan yang berfungsi salah satunya untuk membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
3. Bagi kesehatan psikologis kita faedah puasa akan kita dapatkan yaitu kondisi mental emosi kita akan lebih terjaga dan terkontrol dengan lebih baik lagi. Keadaan ini akan membantu dalam penurunan tingkat adrenalin dalam tubuh. Yang mana adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
4. Puasa bagi kesehatan akan memberikan manfaatnya antara lain adalah bisa membantu dalam proses menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan juga mengendalikan tekanan darah. Itulah mengapa dalam satu sisi, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Tentunya hal ini juga harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tim medis yang berkompeten bila anda adalah mempunyai suatu jenis penyakit tertentu
 Dan berikut adalah beberapa hikmah bulan Ramadhan yaitu :
1. Salah satu dari hikmah keutamaan puasa ramadhan ini bagi Umat Islam adalah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Hal ini berdasarkan sebuah dalil hadist yang berbunyi :”Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(Hadits Mutafaqun ‘Alaih).
2. Meningkatkan rasa syukur kita terhadap banyaknya nikmat yang telah Allah Ta’ala anugerahkan kepada kita semuanya. Hal ini bisa kita lakukan dengan melakukan berbagai amalan kebaikan dalam bulan ramadhan seperti contohnya bersedekah kepada orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia ini, Banyak memberi dan jadilah seseorang yang memberikan pemberian orang yang tidak takut miskin. Berderma dengan harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, dan menjadi orang yang mensyukuri nikmat Allah.
3. Ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kurang berkecukupan. Dalam puasa kita tentu merasa lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa menyedihkannya nasib orang yang tidak berpunya. Mungkin kita hanya beberapa jam saja, lalu kita bisa berbuka puasa, sedangkan mereka yang miskin tak berpunya bisa saja puasa sepanjang siang dan malam. Tentu ini membuat kita menjadi lebih bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang diberikanNya.
4. Melatih diri kita pribadi khususnya untuk menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Jika pada 11 bulan yang lalu kita sering melalaikan Allah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, ini saatnya kita menata diri dalam beribadah kepadaNya, supaya tercapai keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat. Ibadah dan pekerjaan dunia haruslah seimbang, sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya yang banyak memberikan kebaikan kepada banyak manusia.
5. Puasa akan membiasakan umat Islam untuk hidup disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong mereka berbuat kebajikan.
Shalat Tarawih dan Witir

Hukum Shalat Tarawih
Shalat Tarawih hukumnya Sunnah Muakad, artinya sunnah yang dikuatkan mengerjakannya (bagi laki-laki maupun perempuan) boleh dikerjakan sendiri, yang paling baik berjamaah. Adapun waktunya shalat tarawih adalah setelah shalat Isya' sampai terbitnya fajar.
a. lafaz niat shalat tarawih
usholli sunnatattarawihi rak’ataini mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat sholat tarawih dua rokaat dengan menghadap qiblat menjadi mamum karena Allah ta’ala.

Shalat Witir
Shalat Witir ialah shalat ganjil yang dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya'. Jumlah rakaatnya paling sedikit adalah 1 rakaat, yang paling banyak 11 rakaat. Pada bulan Ramadhan biasanya dilaksanakan setelah Shalat Tarawih.

b. Lafaz niat shalat Witir 2 rakaat
usholli sunnatal witri rak’ataini mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat sholat witir dua rokaat dengan menghadap qiblat menjadi mamum karena Allah ta’ala.

c. Lafaz niat shalat Witir 1 rakaat
usholli sunnatal witri rak’atan mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat sholat witir satu rokaat dengan menghadap qiblat menjadi mamum karena Allah ta’ala.

d. Lafaz niat shalat Witir 3 rakaat
usholli sunnatal witri tsalatsa raka’atin mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat sholat witir tiga rokaat dengan menghadap qiblat menjadi mamum karena Allah ta’ala.


Shalat Idul Fitri
Shalat Hari Raya Idul Fitri adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada tangal 1 Syawal. Hukumnya adalah sunnah muakad.
Adapun lafaz niatnya adalah:
Usalli sunnatan aidul fitri rok’ataini ma’muma lillahi ta’ala
Artinya:
Sahajaku sholat idul fitri 2 raka’at sebagai ma’mum karna allah ta’ala



Doa dzikir takbir hari raya idul fitri

 













Rujukan
§   Fiqih Sunnah (Sayyid Sabiq), 1982
§   Pedoman Hidup Muslim ( Abu Bakar Jabir Al-Jazairi), 1996
§   Hadits Qudsi (Ali Usman, dkk.), 1980
§   http://munjalindra.com/2013/07/11/manfaat-serta-hikmah-puasa-ramadhan.html