KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh…
Segala puji bagi Allah yang telah
menjadikan bulan Ramadhan, bulan puasa, bulan kesucian, bulan pembersihan,
bulan ibadah, yang diturunkan di dalamnya Al-Quran. Shalawat dan Salam tercurah
kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan kepada kita tentang
ibadah-ibadah dibulan Ramadhan dan memberikan contoh kepada kita bagaimana
sebaiknya menghidupkan bulan bulan yang penuh berkah ini.
Alhamdulillah,
saya menyambut baik atas terbitnya buku ini, buku yang berjudul ‘Ramadhan
Activities Book’. Dan saya mengucapkan jazaakumullahu khairan katsiro kepada
Tim Al-Hurriyyah yang telah menyiapkan, merangkum dan menulis kembali berbagai
kajian tentang Ramadhan, baik terkait dengan masalah tarbiyah, fikriyah,
ruhiyah, maupun terkait dengan fiqihnya. Sesuai judulnya, buku ini cukup
komprehensif dan dapat dijadikan salah satu buku pegangan dan rujukan
bagi umat Islam untuk memasuki bulan Ramadhan.
Harapan saya
semoga buku ini memberi manfaat sebesar-besarnya bagi para pembaca, memberikan
pencerahan wawasan Ke-Islaman yang utuh tentang masalah Ramadhan dengan segala
kaitannya, semakin meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan dan menghindarkan
segala macam tindakan yang dapat
merusak ibadah puasa dan kesucian Ramadhan.
Kami menyadari, mungkin di dalam buku ini
terdapat kekurangan kekurangan baik isi maupun bahasanya. Oleh karena itu,
saran dan tanggapan dari para pembaca selalu kami harapkan untuk perbaikan selanjutnya.
Dan kami tidak lupa mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberi dorongan kepada kami
dalam menyusun buku panduan ini hingga dapat diterbitkan. Akhirnya semoga buku
ini bermanfaat bagi kita semua. Amin..
Bogor,
Penyusun
Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Risalah Ramadhan
Beberapa Persiapan Menyongsong Hadirnya
Ramadhan
Tuntutan Ibadah
Puasa Ramadhan
Hukum Puasa Ramadhan
Keutamaan Puasa Ramadhan
Syarat
Wajib Puasa Ramadhan
Rukun
(Fardhu) Puasa Ramadhan
Hal-hal
yang Membatalkan Puasa
Hal-hal
yang Tidak Membatalkan Puasa atau Boleh Dilakukan Sewaktu Puasa
Adab-adab
yang Menyempurnakan Ibadah Puasa Ramadhan
Manfa`at
dan Hikmah Puasa Ramadhan
Shalat Tarawih dan Witir
Shalat
Idul Fitri
Lampiran
Kegiatan di Bulan
Ramadha
Risalah Ramadhan
Khutbah Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam Menyambut Bulan
Ramadhan
Wahai manusia! Sesungguhnya kalian telah di naungi oleh bulan nana
gung yang penuh barokah, bulan di mana di dalamnya terdapat satu malam yang
lebih baik dari seribu bulan. Allah Subhanahu wata`ala menjadikan puasa di
bulan tersebut sebagai wajib, sedangkan shalat di malamnya sebagi sunnah.
Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah pada bulan itu dengan ibadah sunnah,
sama seperti orang yang menunaikan ibadah fardhu pada bulan lainnya.
Barangsiapa menunaikan ibadah fardhu pada bulan itu, sama dengan menunaikan
ibadah fardhu tujuh puluh kali di bulan lainnya.
Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, pahala sabar adalah surge. Bulan
Ramadhan adalah bulan solidaritas (tolong-menolong), dan bulan di mana rizki
orang mukmin bertambah. Barangsiapa memberi buka puasa pada bulan itu kepada
orang yang berpuasa, maka baginya maghfirah
(ampunan) bagi dosa-dosanya dan bebas dirinya dari api neraka. Ia mendapat
pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa sedikitpun mengurangi
pahala orang yang berpuasa. Para sahabat bertanya:” Tidak mungkin kami semua
dapat memberi makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa.” Rasulullah
Shallallahu`alaihi wasallam menjawab:” Allah Subhaanahu wata`ala akan memberi pahala
(seperti) itu kepada siapa saja yang memberi makanan berbuka puasa kepada orang
berpuasa (meskipun) dengan sebutir kurma atau seteguk air.”
Bulan Ramadhan adalah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya
pembebasan dari api neraka. Barangsiapa meringankan (beban) pembantu atau
pegawainya (di bulan) tersebut maka Allah Subhaanahu wat`ala akan mengampuni
dosanya dan Allah Subhaanahu wata`ala bebaskan dia dari api neraka.
Perbanyaklah pada bulan Ramadhan ini empat perkara, (yakni) dua
perkara untuk menyenangkan Tuhanmu, ialah membaca syahadat dan membaca
istighfar. Sedang dua perkara yang justru tidak boleh tidak dari pada-Nya,
ialah memohon surge dan berlindung pada Allah Subhaanahu wata`ala dari api
neraka.
Barangsiapa memberim minuman bagi orang yang berbuka puasa, maka
Allah Subhaanahu wata`ala akan memberinya minuman dari telagaku, ia tidak akan
haus lagi setelah itu selama-lamnya.
(Khutbah Rasulullah
Shallallahu`alaihi wasallam di depan para sahabat pada hari terakhir di bulan
sya`ban, di riwayatkan oleh ibnu Khuzaimah, Al-Baihaqi, dan ibnu Hibban dari
Salman Al-Farisi, dari Nabi Shallallahu` alaihi
wasallam).
Beberapa Persiapan Menyongsong Hadirnya
Ramadhan
1.
Mempersiapkan Hati / Menghadirkan Hati
Hadirnya hati Insya Allah dapat diwujudkan melalui sikap hati ridha
dan meningkatkan kerinduan terhadap Ramadhan, dan diwujudkan dalam bentuk
pembersihan hati / kendali hati terhadap seluruh aktivitas / khusu` sehingga
menghasilkan keikhlasan. Hendaknya melakukan tindakan preventif (penjegahan)
dan pengobatan terhadap segala bentuk penyakit hati. Hendaknya meningkatkan taqarrub ilallah melalui iman, amal
shaleh dan doa. Semua itu menjadi modal untuk berdakwah secara ikhlas.
2.
Mempersiapkan Fisik / Jasad Se-Prima
Mungkin
Di samping mempersiapkan hati agar senantiasa ridha dan ikhlas
terhadap seluruh ketentuan Allah Subhaanahu wata`ala, khususnya yang berkaiatan
dengan puasa Ramadhan, fisik atau jasad juga perlu dipersiapkan secara prima
agar tetap tegar, tidak mudah letih (lesu), serta senantiasa sehat dalam
melaksanakan perintah-perintah-Nya. Seluruh organ tubuh hendaknya dioptimalkan
dalam mencegah dan menghindari hal-hal yang mengurangi apalagi membatalkan
nilai-nilai puasa Ramadhan, serta dioptimalkan pula untuk meraih nilai-nilai
puasa Ramadhan. Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam mencontohkan di bulan
Sya`ban, Beliau memperbanyak puasa sunnah dalam rangka mempersiapkan puasa di
bulan Ramadhan.
3.
Mempersiapkan / Meningkatkan Pemahaman
melalui kajian atau Penambahan Ilmu
Hendaknya disadari bahwa keabsahan dan nilai suatu amal ditentukan
oleh niatnya (keikhlasan), sedangkan keikhlasan sangat ditentukan oleh
kefahaman. Kefahaman sangat ditentukan oleh tambahan pengetahuan / ilmu. Pada
gilirannya peningkatan kefahaman akan membawa kepada penigkatan ilmu dan amal
sehingga akan melahirkan penigkatan prestasi. Bagi para Da`I, Ramadhan adalah
kesempatan yang sangat baik untuk menyebarkan dakwah.
4.
Mempersiapkan Program
Bagi kaum muslimin, terutama para Da`I harus ada program dikaitkan dengan
dakwah, tidak hanya program bagi dirinya. Sebagai contoh: (a) mengkhatamkan
al-Qur`an dan mentadabburi serta mengamalkannya untuk kemudian didakwahkan, (b)
membaca, memahami dan mengamalkan hadits Rasul dan Sirah untuk kemudian
didakwahkan, (c) menunaikan amal-amal yaumiyahdengan ikhlas untuk kemudian
didakwahkan pada setiap kesempatan, (d) dakwah dalam keluarga, kerabat,
tetangga, dst., (e) meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat melalui amar
ma`ruf nahyi munkar.
5.
Mensucikan Diri melalui Habluminallah dan Hamluminannas
Ingat tiga kategori dosa, yaitu (1) dosa syirik yang tidak
terampuni kalau tidak tobat dan terbawa mati, (2) dosa ynag berkaitan dengan
ibadah kepada Allah Subhaanahu wata`ala secara langsung, (3) dosa yang
berkaiatan dengan sesama manusia. Ketiga kategori tersebut memerlukan taubatan nashuha (tobat yang
sebenar-benarnya) yang cirinya: (a) tobat dilandasi dengan iman (ikhlas karena
Allah Subhaanahu wata`ala, (b) menyesali, jera dan tidak mengulangi perbuatan
dosa tersebut, (c) mengiringi dengan amal-amal shaleh, (d) khusus untuk
kategori dosa ketiga, harus diawali dengan permintaan ma`af terhadap manusia
yang bersangkutan. Oleh karena itu bereskan semua hal diatas sebelum bulan Ramadhan. Di samping itu usahkan pula
sebelum masuk bulan ramadhan dalam keadaan mensucikan diri. Dalam hal ini semua
amanah agar diselesaikan / ditunaikan, baik amanah yang terkait langsung dengan
Allah Subhaanahu wata`ala (misalnya hutang shaum) maupun dengan sesama
(misalnya pinjaman barang).
6.
Mempersiapkan Sarana dan Prasarana
Untuk mengkodisikan tercapainya satu sampai lima, hendaknya
dipenuhi semua sarana dan prasarana yang diperlukan, misalnya: (a) dana yang
halal, (b) al-Qur`an dan hadits serta bacaan yang lain, (c) pakaian, sajadah,
mukena, peci, dll., (e) kendaraan untuk berdakwah serta sarana-prasarana lain
yang diperlukan.
Tuntutan Ibadah Puasa Ramadhan
Hukum Puasa Ramadhan
Hukum mengerjakan
puasa Ramadhan adalah wajib bagi tiap muslim. Sebagaimana firman Allah
Subhaanahu wata`ala dan sabda Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam berikut.
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelummu, agar kamu
bertaqwa. ( al-Qur`an/2:183)
Islam itu didirikan atas lima asas yaitu:
Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah,
mendirikan shalat, menunaikan zakat, mengerjakan haji, dan berpuasa di bulan
Ramadhan. (H.R. Bukhari Muslim)
Keutamaan Puasa Ramadhan
1.
1. Diterima dari Abu Hurairah ra ia
berkata: Rasulullah saw bersabda:
“Sungguh rugi seseorang ketika (nama)ku disebut di sampingnya tetapi dia
tidak bershalawat atasku. Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan,
lalu Ramadhan itu berlalu darinya sebelum dosa-dosa dirinya diampuni, dan
sungguh rugi seseorang yang mendapati kedua orang tuanya dalam keadaan renta,
tetapi keduanya tidak (menjadi sebab yang) memasukkannya ke dalam surga. Rib’i
berkata: Aku tidak tahu kecuali dia berkata: Atau salah satu dari kedua orang
tuanya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim)
2. Diterima dari
`Arfajah, padanya disampaikan hadits tentang Ramadhan oleh temannya yang
berkata:”Saya dengar Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam bersabda mengenai
Ramadhan, `pada bulan itu ditutup pintu-pintu neraka, dibuka pintu-pintu surge,
dan dibelenggu setan-setan.` Ulasnya lagi, dan seorang malaikat akan berseru,
Hai pecinta kebaikan, Bergembiralah!` dan `Hai pecinta kejahatan, Hentikanlah!`
sampai Ramadhan berakhir.” (H.R.Ahmad dan Nasa`i).
3. Diterima dari Abu
Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw .bersabda: “Shalat yang lima waktu, satu
Jumat ke Jumat berikutnya, dan satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, menjadi
penebus dosa yang dilakukan di antara keduanya, selama dia menjauhi dosa-dosa
besar.” (HR. Muslim dan Ahmad)
4. Dari Abu sa`id
al-Khudri RA bahwa Nabi Shallallahu`alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa
berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengetahui batas-batasnya dan ia menjaga diri
dari segala apa yang patut dijaga, dihapuskanlah dosanya yang
sebelumnya.”(H.R.Ahmad dan Baihaqi).
5. Dan diterima dari Abu Hurairah, katanya telah
bersabda Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam, `Siapa yang berpuasa pada
bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah Subhaanahu
wata`ala, akan di ampuni dosa-dosanya yang terdahulu.’(H.R.Ahmad dan Ash-Habus
Sunan).
6. Dari Abu Hurairah RA: Rasulullah
Shallallahu`alaihi wasallam berkata, `Allah Subhaanahu wata`ala
berfirman(setiap amalan anak adam untuknya kecuali puasa adalah untuk-Ku dan
Aku akan mengganjarnya). Puasa itu adalah perisai, maka bila seseoarang
diantaramu berpuasa jangan berkata jorok, bersuara kasar, dan berbuat jahil.
Apanila ada yang mengumpatnya atau mengajak berkelahi maka hendaklah ia
mengatakan “aku sedang berpuasa”, sebanyak dua kali. Demi yang jiwa Muhammad di
tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah
dari pada aroma minyak misk pada hari kiamat. Orang yang berpuasa mempunyai dua
kegembiraan, ketika berbuka puasa gembira dengan bukanya, dan ketika bertemu
Rabbnya gembira dengan (pahala) puasanya.’(H.R.Ahmad, Muslim, dan Nasa`i).
7. Dari Abdullah bin
`Amr, Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam berkata, puasa dan al-qur`an akan
memberikan syafa`at bagi seorang hamba pada hari kiamat. Berkata puasa(shiyam),
wahai Rabb, aku telah menahannya dari minuman dan makanan serta syahwat pada
siang hari, maka jadikanlah aku syafa`at untuknya. Dan berkata al-qur`an, aku
telah menahannya dari tidur pada malam hari, maka jadikanlah aku syafa`at
untuknya, lalu keduanya dijadikannya syafa`at untuknya. (H.R. Ahmad)
8. Dari Abu Sa`id Al
Hudzri RA: Nabi Shallallahu`alaihi wasallam bersabda, tidaklah seorang hamba
berpuasa satu hari di jalan Allah Subhaanahu wata`ala, kecuali akan jauhkan
wajahnya dengan hari itu dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun/khorif. (
H.R. Jama`ah kecuali Abu Dawud).
9. Dari Sahal bin
Sa`ad: Nabi Shallallahu`alaihi wasallam: Surga itu memilki suatu pintu yang
dijuluki Rayyan. Akan diserukan pada hari kiamat, Dimanakah orang-orang yang
berpuasa? Apabila semua mereka telah memasukinya, ditutuplah pintu tersebut.
(H.R. Bukhari-Muslim)
10. Sabda Nabi Shallallahu`alaihi wasallam, puasa
adalah perisai dari neraka, seperti perisai salah seorang kamu dalam perang
dari serangan musuh. (H.R.Ahmad).
Syarat
Wajib Puasa Ramadhan
Seseorang diwajibkan berpuasa dibulan
Ramadhan apabila memenuhi syarat-syarat berikut:
1. Islam
2. Baligh(dewasa)
3. Sehat
akal dan badan
4. Muqim(tidak
sedang bepergian)
5. Kuat
mengerjakan puasa
6. Tidak
dalam keadaan haid atau nifas bagi wanita.
Bagi yang tidak memenuhi syarat-syarat
tersebut, diatur dengan ketentuan:
1. Tidak wajib mengerjakan dan tidak wajib
mengganti, yaitu yang belum masuk islam, belum dewasa, atau gila.(H.R.Ahmad)
2. Haram berpuasa dan wajib mengqadha (mengganti
puasa) di bulan lain, yaitu wanita yang haid atau nifas ketika tengah berpuasa
ramadhan. ( H.R.Jama`ah daari Muadz).
3. Boleh berbuka puasa di siang hari pada Ramadhan
dan wajib mengqadha, yaitu bagi yang sakit sehingga tidak kuat berpuasa atau
yang bepergian (saafar) sehingga memberatkan bila berpuasa. (Al-Baqarah/2:184).
4. Boleh berbuka puasa tetapi sebagai gantinya wajib
membayar fidyah berupa member makan fakir miskin tiap hari satu orang, dengan
harga makanan yang biasa dimakan satu hari, yaitu bagi yang tidak kuat sama
sekali mengerjakan puasa seperti karena lanjut usia. (Al-Baqarah/2:184).
5. Boleh berbuka puasa dan wajib mengqadha atau
membayar fidyah, yaitu wanita hamil atau menyusui anak (Al-Baqarah/2:184).
Rukun
(Fardhu) Puasa Ramadhan
1. Niat puasa di malam hari (H.R. Ahli hadits yang
lima)
Do'a niat puasa :
نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا
َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى
"nawaitu saumagadin an'adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati
lillahita'ala"
Adapun niat buka puasa
sebagai berikut :
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ
وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
"Allahummalakasumtu wabika
aamantu wa'alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin"
2. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa
berupa makan, minum,dan bersetubuh, dari semenjak fajar sampai terbenam
matahari. (al-Baqrah/2:87).
Hal-hal
yang Membatalkan Puasa
1. Makan dan minum dengan sengaja; jika lupa mak
tidak membatalkan puasa (Al-Baqarah/2:187; H.R. Bukhari-Muslim).
2. Muntah dengan sengaja; jia tidak sengaja maka
tidak membatalkan puasa. ( H.R. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hasan).
3. Keluar darah haidh atau nifas. (H.R. Bukhari)
4. Mengeluarkan air mani karena aktivitas yang sengaja
5. Makan, minum, atau bersetubuh suami-istri karena
menyangka fajar belum terbit atau telah masuk berbuka, dan ternyata fajar telah
terbit atau belum waktu berbuka.
6. Memakan/menelan sesuatu yang bukan tergolong
makanan melalui mulut dengan sengaja.
7. Memasukkan sesuatu melalui lubang tubuh selain
mulut dengan sengaja.
8. Meninggalkan niat walaupun tidak makan dan minum,
meski tidak diartikan untuk berbuka.
9. Murtad dari agama islam, meskipun ia kembali.
10. Bersetubuh suami-istri pada siang hari dengan
sengaja atas kemauan sendiri tanpa paksaan.
Hal-hal di atas membatalkan puasa dan mewajibkan
qadha. Khusus untuk hal terakhir(nomor 10), bila dilakukan maka puasanya batal
dan wajib mengqadha serta kafarat.
Hal-hal
yang Tidak Membatalkan Puasa atau Boleh Dilakukan Sewaktu Puasa
1. Mandi keramas atau membasahi kepala dengan air.
(H.R. Bukhari-Muslim dari `Aisyah ra).
2. Berkumur dan membersihkan lubang hidung dengan
air asalkan tidak berlebihan.
3. Bersiwak atau menyikat gigi asalkan tidak
berlebihan.
4. Menelan ludah.
5. Muntah berkali-kali tanpa sengaja, asalkan jangan
ada yang tertelan kembali setelah sampai ujung lidah.
6. Makan dan minum Karena lupa.
7. Mengeluarkan air mani tanpa sengaja, misalnya
karena mimpi.
8. Keluar darah karena lupa.
9.
Tertelan hewan kecil, karena masuk ke dalam mulut tanpa sengaja.
10. Berbekam, kerokan, dsb., bila
tidak dikhawatirkan melemahkan stamina.
11. Menghisap debu jalan, asap pabrik atau asap-asap
lainnya yang tidak mungkin menghindarinya.
12. Berciuman dengan istri bagi yang mampu menahan
gejolak syahwat.
13. Makan, minum, dan bersetubuh suami-istri pada
malam hari hingga terbit fajar.
Adab-adab
yang Menyempurnakan Ibadah Puasa Ramadhan
1. Melaksanakan makan sahur
2. Menyegerakan berbuka puasa (ta`jil ifthor) bila
telah tiba waktunya.
3. Memperbanyak tilawah al-qur`an disertai tadabbur
(penghayatan) kandungannya.
4. Memperbanyak shodaqoh
5. Qiyam Ramadhan (tarawih).
6. I`tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan
melakukan amalan ibadah terutama sekali pada malam taanggal 20 sampai akhir
Ramadhan yang diisi dengan dzikir, do`a, baca al-qur`an, shalat, telaah
kitab/buku, dll.
7. Meningkatkan ibadah pada malam ganjil pada 10
malam terakhir bulan Ramadhan.
8. Meningkatkan ketaqwaan dengan menjauhkan/mengekang
diri dari perbuatan dosa dan segala yang
merusak nilai dan hikmah puasa.
Manfa`at
dan Hikmah Puasa Ramadhan
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :
1. Dengan berpuasa Ramadhan selama 1 bulan penuh
maka hal ini secara tidak langsung manfaat bagi kesehatan adalah
mengistirahatkan organ pencernaan kita serta juga perut dari kelelahan bekerja
yang terus menerus dalam 11 bulan, dan juga membantu mengeluarkan sisa makanan
dari dalam tubuh, memperkuat badan.
2. Membersihkan tubuh dari racun serta kotoran
(detoksifikasi). Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua. Dengan
berpuasa pada bulan suci Ramadhan, maka ini berarti kita juga akan membatasi
kalori yang masuk dalam tubuh kita yang mana hal ini akan bermanfaat dalam
proses metabolisme yang menghasilkan enzim antioksidan yang berfungsi salah
satunya untuk membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
3. Bagi kesehatan psikologis kita faedah puasa akan
kita dapatkan yaitu kondisi mental emosi kita akan lebih terjaga dan terkontrol
dengan lebih baik lagi. Keadaan ini akan membantu dalam penurunan tingkat
adrenalin dalam tubuh. Yang mana adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol
dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat
meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung
koroner, stroke dan lainnya.
4. Puasa bagi kesehatan akan memberikan manfaatnya
antara lain adalah bisa membantu dalam proses menurunkan kadar gula darah,
kolesterol dan juga mengendalikan tekanan darah. Itulah mengapa dalam satu
sisi, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit
diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Tentunya hal ini juga
harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tim medis yang berkompeten bila
anda adalah mempunyai suatu jenis penyakit tertentu
Dan berikut adalah beberapa hikmah bulan Ramadhan yaitu :
1. Salah
satu dari hikmah keutamaan puasa
ramadhan ini bagi Umat Islam adalah akan diampuni dosa-dosanya yang
telah lalu. Hal ini berdasarkan sebuah dalil hadist yang berbunyi :”Barangsiapa
yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mencari ridha Allah, maka ia akan
diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(Hadits Mutafaqun ‘Alaih).
2. Meningkatkan
rasa syukur kita terhadap banyaknya nikmat yang telah Allah Ta’ala anugerahkan
kepada kita semuanya. Hal ini bisa kita lakukan dengan melakukan berbagai
amalan kebaikan dalam bulan ramadhan seperti contohnya bersedekah kepada
orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia ini, Banyak memberi dan jadilah
seseorang yang memberikan pemberian orang yang tidak takut miskin. Berderma
dengan harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, dan
menjadi orang yang mensyukuri nikmat Allah.
3. Ikut
merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kurang berkecukupan. Dalam puasa
kita tentu merasa lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa menyedihkannya
nasib orang yang tidak berpunya. Mungkin kita hanya beberapa jam saja, lalu
kita bisa berbuka puasa, sedangkan mereka yang miskin tak berpunya bisa saja
puasa sepanjang siang dan malam. Tentu ini membuat kita menjadi lebih bersyukur
kepada Allah atas semua nikmat yang diberikanNya.
4. Melatih
diri kita pribadi khususnya untuk menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Jika
pada 11 bulan yang lalu kita sering melalaikan Allah untuk hal-hal yang
bersifat duniawi, ini saatnya kita menata diri dalam beribadah kepadaNya,
supaya tercapai keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat. Ibadah dan pekerjaan
dunia haruslah seimbang, sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya yang
banyak memberikan kebaikan kepada banyak manusia.
5. Puasa
akan membiasakan umat Islam untuk hidup disiplin, bersatu, cinta keadilan dan
persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman
dan mendorong mereka berbuat kebajikan.
Shalat
Tarawih dan Witir
Hukum Shalat Tarawih
Shalat
Tarawih hukumnya Sunnah Muakad, artinya sunnah yang dikuatkan mengerjakannya
(bagi laki-laki maupun perempuan) boleh dikerjakan sendiri, yang paling baik
berjamaah. Adapun waktunya shalat tarawih adalah setelah shalat Isya' sampai
terbitnya fajar.
a. lafaz niat shalat tarawih
usholli sunnatattarawihi rak’ataini mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat sholat tarawih dua rokaat dengan menghadap qiblat menjadi
mamum karena Allah ta’ala.
Shalat
Witir
Shalat
Witir ialah shalat ganjil yang dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya'.
Jumlah rakaatnya paling sedikit adalah 1 rakaat, yang paling banyak 11 rakaat.
Pada bulan Ramadhan biasanya dilaksanakan setelah Shalat Tarawih.
b. Lafaz niat shalat Witir 2 rakaat
usholli sunnatal witri rak’ataini
mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat sholat witir dua rokaat dengan menghadap qiblat menjadi
mamum karena Allah ta’ala.
c. Lafaz niat shalat Witir 1 rakaat
usholli sunnatal witri rak’atan mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat sholat witir satu rokaat dengan menghadap qiblat menjadi
mamum karena Allah ta’ala.
d. Lafaz niat shalat Witir 3 rakaat
usholli sunnatal witri tsalatsa raka’atin mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi
ta’ala
Artinya: Saya niat sholat witir tiga rokaat dengan menghadap qiblat menjadi
mamum karena Allah ta’ala.
Shalat Idul Fitri
Shalat
Hari Raya Idul Fitri adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada tangal 1 Syawal.
Hukumnya adalah sunnah muakad.
Adapun lafaz niatnya adalah:
Usalli sunnatan aidul fitri rok’ataini ma’muma lillahi ta’ala
Artinya:
Sahajaku sholat idul fitri 2 raka’at sebagai ma’mum karna allah ta’ala
Doa dzikir takbir hari raya idul fitri
Rujukan
§ Fiqih Sunnah (Sayyid Sabiq), 1982
§ Pedoman Hidup Muslim ( Abu Bakar Jabir Al-Jazairi), 1996
§ Hadits Qudsi (Ali Usman, dkk.), 1980
§ http://munjalindra.com/2013/07/11/manfaat-serta-hikmah-puasa-ramadhan.html