Jumat, 13 September 2013

JURNAL KULIAH BAHASA INDONESIA
Pemenggalan Kata

Penulisan kata selalu dibatasi oleh bidang atau ruang yang disyaratkan dalam penulisan sehingga kata kadang-kadang tidak dapat dituliskan secara utuh. Kata-kata demikian harus dipenggal menurut suku katanya.
Berikut ini beberapa pemenggalan kata.
1.kata dasar
A.jika pemenggalan kata ada vokal berurutan maka pemenggalan dilakukan di antara kedua vokal tersebut (-Vokal/Vokal-). contoh: Si-ang, ma-af, ta-at, ba-ik, bu-ah.
Apabila vokal berurutan tersebut berupa diftong(au.ai.oi,ei), maka pemenggalannya tidak dilakukan diantara huruf vokal tersebut. contoh: sau-da-ra bukan sa-u-da-ra, pan-tai bukan pan-ta-i. Tapi ada juga berupa huruf diftong tapi tidak dapat dipenggal, contoh Laik bukan lai-k atau l-aik ataupun la-ik. karena kata tersebut bukan kata dasar dan juga kata imbuhan, jadi yang harus kita lakukan ialah melihat KBBI.
B.jika ditengah kata ada huruf konsonan dan gabungan konsonan diantara dua huruf vokal, pemenggalan dilakukan diantara dua huruf konsonan (KV-KV) contoh: pe-rut, ta-bu, mo-bill, ja-mur, dan su-nyi.
C.jika di tengah kata ada huruf konsonan berurutan, pemenggalan dilakukan diantara huruf konsonan tersebut. contoh: ma-lum, lap-top, kom-pos. kecuali konsonan "ng,kh,sy,ny" dianggap sebagai suku kata yang tidak dapat dipisahkan. contoh: de-ngan, makh-luk, ikh-las.
D.jika konsonan berurutan lebih dari dua huruf maka pemenggalan dilakukan sesudah konsonan pertama. contoh: in-struk-si, ab-strak-si.

2.kata Berimbuhan
pemenggalan kata dengan berimbuhan dapat dilihat dengan contoh berikut:
Tahap 1
Tahap 2
Men-coba
Me-nyapu
Men-cuci
Men-co-ba
Me-nya-pu
Men-cu-ci

intinya harus dipisah kata antara imbuhannya dengan kata dasarnya.

catatan: -  huruf vokal tidak boleh sendiri baik di awal baik d akhir. 
contoh: ikan bukan i-kan.

sumber: Mukhlas Ansori,dkk. 2009. kecermatan Berbahasa Indonesia Dalam Penulisan Karya Ilmiah.






Cerita Berkahnya Puasa senin-kamis







lagi-lagi Ane mendapat keberkahan puasa senin-kamis. Tiada disangka-sangka  dan ini bukan untuk pertama kalinya Ane mendapatkan ilmu dan pemberian secara cuma-Cuma pada saat sebelum dan sesudah berbuka puasa.

Saat itu, menjelang sore hari setelah selesai shalat ashar rencananya Ane mau tidur untuk melepas rasa lelah seharian dikampus. saat mata mau terpejam, "teeet,teeet.,teet" kurang lebih begitulah getaran Hp Ane. Ane terbangun dan membuka pesan masuk tersebut. isi pesanya,"Ente jadi gak mau beli bibit duren???" kata teman Ane, terus Ane jawab," Udah  tadi Sobb, tapi rencana Ane mau kesana lagi. jd Insya Allah ini mau berangkat”,
 (dalam hati) mau berangkat???    dengan hati yang mencoba mengikhlaskan, saya bagun dan mencuci wajah Ane. Kami pun berangkat menuju penjualan bibit duren tersebut, Ane yang awalnya kurang akrab dengan teman Ane ini, jadi lebih Akrab lagi sekarang, eitchhhh, bukan berarti akrab karna sesuatu ya sobb, dia tu laki-laki teman sekelas Ane kuliah dan Ane dan teman Ane normal kokk,
"hehehe, just kidding bro, cuma perkenalan doank>...."
naah terus, kami sampai di tujuan dan mulai menanyakan tentang penjualan bibit duren tersebut. tak panjang lebar Ane berbicara dengan pak  kebun, kami pun segera pulang dan meminta izin untuk melihat-lihat bibit yang ditanam dikebunnya.
rasa takjub akan bibit yang terpapar luas sepanjang mata memandang membuat kami memotret beberapa tempat yang unik, ada bibit jagung, tomat, cabe, labu, bahkan rumah kaca
 hahahaha kocak ya broo.
 waktu bergulir dan tak henti kami saling bercerita, membuka memori kecil disetiap ruang otak kami, sepertinya kami itu dah lama saling kenal. dalam pikiran Ane inilah bukti bahwa umat Islam itu bersaudara.
SUBHANALLAH....
di simpang pertigaan jalan kami memutuskan untuk beristirahat di masjid Al-Hurriyah IPB, Masjid yang menjadi tempat favorit Mahasiswa IPB. ......Alhamdulillah.....
perjalan kami terhenti disebuah kantin samping Masjid tersebut, kami pun memulai pembicaran kembali, ( yaaaa, ngabuburit bisa di kata) hingga tinggal lima menit lagi akan berbuka, Ane ketemu ama Dosen PAI Ane, tak disangka-sangka Dosen yang beberapa hari ini Ane cari buat Curhat, Alhamdulillah di pertemukan di kantin Masjid Al-Hurriyah. dengan rasa syukur, Ane dan teman Ane menyapa dan berbincang-bincang diwaktu yang sebentar lagi berbuka puasa.
 tak terasa adzan telah berkumandang, Kami dan pak Dosen buka puasa bareng, di tengah buka puasa kami, Ane melemparkan pertanyaan tentang Amar makruf Nahi Mungkar, pak Dosen Ane jawab" menerapkan Amar makruf nahi mungkar itu ibarat kita mengendarai sebuah mobil, adakalaya kita memakai gigi 1,2,3dan 4. nah gigi 1 dan itu kita pake dijalan yang arenanya kurang baik, nah gig 3 tu arenya lagi baik, jika gigi 4 tu tentunya arenaya itu lebih baik lagi. Artinya kita menghadapi seseprang itu pun harus punya strategi, kerana dalam islam tidak ada sistem paksa, tapi memberikan hikmah kepada saudara-saudaranya. dengan cara apa? kita menasehatinya, mendo`akannya, dan jangan lupa sobb, perilaku kita harus memberikan contoh yang terbaik. subhanallah, jawaban yang sungguh membuatku semakin takjub. hingga diselang waktu tersebut, pak Dosen ane beranjak dari tepat duduknya dan membayar makanan yang Ia pesan. tak henti-hentinya lagi rasa syukur serta takjub Ane, pak Dosen Ane membayar makanan kami juga. dengan sedikit penolakan-penolakan kami lontarkan tidak memundurkan niat baik pak Dosen tersebut. Subhanallah, baru beberapa hari kenal udah di traktir begini.
pak Dosen pun pamit dan segara melaksakan shalat Maghrib berjama`ah, sebelum pak Dosen pergi, kami mengucapkan rasa terima kasih kami dan semoga bisa lebih sering ketemu buat konsultasi tentang kehidupan.

dalam hati Ane, Ya Allah terima kasih telah Engkau turunkan Rizky-Mu kepada hamba, mulai dari hamba semakin akrab dengan saudara hamba, mulai banyak lagi bersyukur menyebut Asma-Mu Ya Alllah. semoga rasa ini dan Kekuasaan-Mu ini selau hadir dalam hidup hamba. Amiin Ya Allah....
teman-teman ini ada beberapa manfa`at puasa senin-kamis, semoga bermanfa`at……!!!!!!!
Berikut merupakan daftar beberapa manfaat puasa Senin Kamis.
a. Peremajaan sel kulit
b. Mengencangkan kulit
c. Detoksifikasi racun dalam tubuh
d. Memberi waktu istirahat untuk organ pencernaan
e. Menurunkan tekanan darah
f. Menurunkan kadar lemak (kolesterol)
g. Menghambat proses penuaan (awet muda)
h. Memperindah dan mempercantik kaum wanita secara alami
i. Menenangkan jiwa dan perasaan
j. Mampu mengendalikan nafsu seks dengan lebih baik
k. Memacu jiwa empati terhadap sesama
l. Menimbulkan rasa solidaritas terhadap kaum miskin

Namun dalam melaksanakan puasa hendaknya dilakukanlah dengan  ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi

Oleh sebab itu, agar ibadah diterima di sisi Allah, haruslah terpenuhi dua syarat, yaitu:

1. Ikhlas karena Allah.
2. Mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (ittiba’).