lagi-lagi Ane mendapat keberkahan puasa senin-kamis. Tiada
disangka-sangka dan ini bukan untuk pertama kalinya Ane mendapatkan ilmu
dan pemberian secara cuma-Cuma pada saat sebelum dan sesudah berbuka puasa.
Saat itu, menjelang sore hari setelah selesai shalat ashar
rencananya Ane mau tidur untuk melepas rasa lelah seharian dikampus. saat mata
mau terpejam, "teeet,teeet.,teet" kurang lebih begitulah getaran Hp
Ane. Ane terbangun dan membuka pesan masuk tersebut. isi pesanya,"Ente
jadi gak mau beli bibit duren???" kata teman Ane, terus Ane jawab,"
Udah tadi Sobb, tapi rencana Ane mau
kesana lagi. jd Insya Allah ini mau berangkat”,
(dalam hati) mau
berangkat??? dengan hati yang mencoba
mengikhlaskan, saya bagun dan mencuci wajah Ane. Kami pun berangkat menuju
penjualan bibit duren tersebut, Ane yang awalnya kurang akrab dengan teman Ane ini,
jadi lebih Akrab lagi sekarang, eitchhhh, bukan berarti akrab karna sesuatu ya
sobb, dia tu laki-laki teman sekelas Ane kuliah dan Ane dan teman Ane normal
kokk,
"hehehe, just kidding bro, cuma perkenalan
doank>...."
naah terus, kami sampai di tujuan dan mulai menanyakan
tentang penjualan bibit duren tersebut. tak panjang lebar Ane berbicara dengan
pak kebun, kami pun segera pulang dan meminta izin untuk melihat-lihat
bibit yang ditanam dikebunnya.
rasa takjub akan bibit yang terpapar luas sepanjang mata
memandang membuat kami memotret beberapa tempat yang unik, ada bibit jagung,
tomat, cabe, labu, bahkan rumah kaca
hahahaha kocak ya
broo.
waktu bergulir dan
tak henti kami saling bercerita, membuka memori kecil disetiap ruang otak kami,
sepertinya kami itu dah lama saling kenal. dalam pikiran Ane inilah bukti bahwa
umat Islam itu bersaudara.
SUBHANALLAH....
di simpang pertigaan jalan kami memutuskan untuk
beristirahat di masjid Al-Hurriyah IPB, Masjid yang menjadi tempat favorit
Mahasiswa IPB. ......Alhamdulillah.....
perjalan kami terhenti disebuah kantin samping Masjid
tersebut, kami pun memulai pembicaran kembali, ( yaaaa, ngabuburit bisa di
kata) hingga tinggal lima menit lagi akan berbuka, Ane ketemu ama Dosen PAI
Ane, tak disangka-sangka Dosen yang beberapa hari ini Ane cari buat Curhat,
Alhamdulillah di pertemukan di kantin Masjid Al-Hurriyah. dengan rasa syukur,
Ane dan teman Ane menyapa dan berbincang-bincang diwaktu yang sebentar lagi
berbuka puasa.
tak terasa adzan telah berkumandang, Kami dan pak Dosen buka puasa bareng, di tengah buka puasa kami, Ane melemparkan pertanyaan tentang Amar makruf Nahi Mungkar, pak Dosen Ane jawab" menerapkan Amar makruf nahi mungkar itu ibarat kita mengendarai sebuah mobil, adakalaya kita memakai gigi 1,2,3dan 4. nah gigi 1 dan itu kita pake dijalan yang arenanya kurang baik, nah gig 3 tu arenya lagi baik, jika gigi 4 tu tentunya arenaya itu lebih baik lagi. Artinya kita menghadapi seseprang itu pun harus punya strategi, kerana dalam islam tidak ada sistem paksa, tapi memberikan hikmah kepada saudara-saudaranya. dengan cara apa? kita menasehatinya, mendo`akannya, dan jangan lupa sobb, perilaku kita harus memberikan contoh yang terbaik. subhanallah, jawaban yang sungguh membuatku semakin takjub. hingga diselang waktu tersebut, pak Dosen ane beranjak dari tepat duduknya dan membayar makanan yang Ia pesan. tak henti-hentinya lagi rasa syukur serta takjub Ane, pak Dosen Ane membayar makanan kami juga. dengan sedikit penolakan-penolakan kami lontarkan tidak memundurkan niat baik pak Dosen tersebut. Subhanallah, baru beberapa hari kenal udah di traktir begini.
tak terasa adzan telah berkumandang, Kami dan pak Dosen buka puasa bareng, di tengah buka puasa kami, Ane melemparkan pertanyaan tentang Amar makruf Nahi Mungkar, pak Dosen Ane jawab" menerapkan Amar makruf nahi mungkar itu ibarat kita mengendarai sebuah mobil, adakalaya kita memakai gigi 1,2,3dan 4. nah gigi 1 dan itu kita pake dijalan yang arenanya kurang baik, nah gig 3 tu arenya lagi baik, jika gigi 4 tu tentunya arenaya itu lebih baik lagi. Artinya kita menghadapi seseprang itu pun harus punya strategi, kerana dalam islam tidak ada sistem paksa, tapi memberikan hikmah kepada saudara-saudaranya. dengan cara apa? kita menasehatinya, mendo`akannya, dan jangan lupa sobb, perilaku kita harus memberikan contoh yang terbaik. subhanallah, jawaban yang sungguh membuatku semakin takjub. hingga diselang waktu tersebut, pak Dosen ane beranjak dari tepat duduknya dan membayar makanan yang Ia pesan. tak henti-hentinya lagi rasa syukur serta takjub Ane, pak Dosen Ane membayar makanan kami juga. dengan sedikit penolakan-penolakan kami lontarkan tidak memundurkan niat baik pak Dosen tersebut. Subhanallah, baru beberapa hari kenal udah di traktir begini.
pak Dosen pun pamit dan segara melaksakan shalat Maghrib
berjama`ah, sebelum pak Dosen pergi, kami mengucapkan rasa terima kasih kami
dan semoga bisa lebih sering ketemu buat konsultasi tentang kehidupan.
dalam hati Ane, Ya Allah terima kasih telah Engkau turunkan
Rizky-Mu kepada hamba, mulai dari hamba semakin akrab dengan saudara hamba,
mulai banyak lagi bersyukur menyebut Asma-Mu Ya Alllah. semoga rasa ini dan
Kekuasaan-Mu ini selau hadir dalam hidup hamba. Amiin Ya Allah....
teman-teman ini ada beberapa manfa`at puasa senin-kamis,
semoga bermanfa`at……!!!!!!!
Berikut
merupakan daftar beberapa manfaat puasa Senin Kamis.
a. Peremajaan
sel kulit
b.
Mengencangkan kulit
c.
Detoksifikasi racun dalam tubuh
d. Memberi
waktu istirahat untuk organ pencernaan
e. Menurunkan
tekanan darah
f. Menurunkan
kadar lemak (kolesterol)
g. Menghambat
proses penuaan (awet muda)
h. Memperindah
dan mempercantik kaum wanita secara alami
i. Menenangkan
jiwa dan perasaan
j. Mampu
mengendalikan nafsu seks dengan lebih baik
k. Memacu jiwa
empati terhadap sesama
l. Menimbulkan
rasa solidaritas terhadap kaum miskin
Namun dalam
melaksanakan puasa hendaknya dilakukanlah dengan ikhlas dan sesuai
tuntunan Nabi
Oleh sebab itu,
agar ibadah diterima di sisi Allah, haruslah terpenuhi dua syarat, yaitu:
1. Ikhlas
karena Allah.
2. Mengikuti
tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (ittiba’).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar